Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerbung

Di Batas Setiaku

Gambar
  Di Batas Setiaku   Ketika suatu kesetiaan diuji. Akankah memilih menyerah atau bertahan? Berjuang mempertahankan rasa yang sudah terpatri di hati, ternyata tak semudah lidah berucap. Karena semua yang ada di dunia ini, ada batasnya.   Blurb: Bulan menyaksikan kematian ayahnya secara tragis, dalam hatinya dia bertekad akan membalaskan kematian ayahnya. Dua puluh tahun setelah peristiwa pembunuhan itu, betapa terkejutnya Bulan ternyata ada orang terdekatnya yang terlibat peristiwa tragis itu dan mau tidak mau dia harus berhadapan dengan orang-orang yang ingin menghapus kebenaran dibalik kematian ayahnya. Trauma yang mendalam membuat Bulan tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Dia tidak lagi seceria saat ayahnya masih hidup. Dia juga tidak selincah seperti saat Om Pietra-ajudan ayahnya-menemani hari-harinya. Gadis kecil yang tomboy harus kehilangan masa kecil yang indah dan penuh tawa ketika dia harus menyaksikan sendiri ayah tercinta di tembak mati, tepat di depan matanya...

Izinkan aku mencintaimu dengan caraku

Gambar
#Part 1   Aku menatap polah bocah kecil lucu yang sedang berlarian di halaman bersama kakaknya. Ada nyeri perlahan merambat di dada, setiap kali melihat senyum di wajah imutnya. Senyum yang mengingatkanku pada seorang lelaki yang sudah menghancurkan segalanya. Ya, segalanya. “Mama, kakak nakal!” teriak Dafa sambil berlari ke arahku. Dia mencari perlindungan di balik kursi yang aku duduki. Niatnya bersembunyi dari kejaran kakaknya, Gaza. “Ma, lihat adik enggak?” tanya Gaza pura-pura tidak melihat adiknya yang bersembunyi di belakang kursi. “Di mana, ya, tadi?” Aku ikut-ikutan sembari pura-pura berpikir. Gaza, tersenyum melihat adiknya terlihat puas berhasil sembunyi dari kejarannya. “Coba Kakak cari di sebelah sana,” usulku sambil menunjuk sudut taman kecil yang agak rimbun. “Ok, Ma!” Begitulah setiap sore di akhir minggu, kami selalu bertiga menghabiskan waktu. Terkadang kami pergi ke luar kota atau sekadar berjalan-jalan mengunjungi tempat-tempat wisata di kota kecil ini. Sejak pe...

Izinkan aku mencintaimu dengan caraku ...

Gambar
Izinkan aku mencintaimu dengan caraku ... By: Weedee  #Prolog   “Kenapa?” tanyamu dengan mata menatap tak mengerti.   “Ada apa?” tanyamu lagi berusaha mengendalikan emosi yang aku tahu sudah ada di batas kesabaranmu.   “Mengapa baru sekarang?” cecarmu padaku.   Aku berusaha menghindari tatapanmu. Tatapan yang selalu membuatku istimewa. Mata yang selalu meyakinkan aku, bahwa aku ‘perempuan istimewa’.   “Jujur, ada apa? Ada yang salah dengan kita?” tanyamu masih penasaran.   Giliran aku yang menatapnya tak mengerti. Dahiku berkerut, mataku menyipit mendengar pertanyaan terakhirnya.   ‘Sadar enggak sih, kamu?’ batinku tanpa berani bersuara.   Mungkin ini memang salahku. Tuhan sedang menghukumku atas semua kebodohanku!   Ya, kebodohan terindah yang pernah aku rasakan.   Enam bulan yang lalu, aku mendapat promosi dari atasanku. Sebelum menduduki jabatan yang dijanjikan untukku, aku harus melakukan perjalanan untuk sebuah riset sangat pen...