Postingan

Gloomy Gift

Gambar
Judul: Gloomy Gift Penulis: Rhein Fathia Cetakan pertama Maret 2015 Penerbit PT. Bentang Pustaka 285 halaman   Sebagai seorang putri perwira polisi, Kara sudah cukup banyak mengalami berbagai cerita yang tidak biasa dalam hidupnya. Begitu juga dengan Belinda, Mamanya. Berada dalam lingkungan aparat, insting mereka sudah terlatih untuk mencium gelagat yang tidak beres. Kecintaannya pada sang papa, membuat Kara belum bisa menghilangkan trauma masa kecilnya saat dia harus menyaksikan jasad papanya di bawa pulang dalam keadaan mengenaskan. Pandu, papa Kara, tewas dalam aksi kerusuhan yang terjadi saat Jakarta bergejolak pada tahun 1998.   Namun, ternyata Kara kecolongan. Insting yang biasanya tajam ternyata bisa dikalahkan oleh cinta. Hatinya tercuri oleh seorang lelaki yang berprofesi tidak jauh dari maut. Hal yang sangat dihindari Kara. Sejak kehilangan sosok papa dengan cara tragis, dia berjanji tidak akan pernah mau menjalin hubungan dengan lelaki yang berprofesi seperti papan...

Izinkan aku mencintaimu dengan caraku

Gambar
#Part 1   Aku menatap polah bocah kecil lucu yang sedang berlarian di halaman bersama kakaknya. Ada nyeri perlahan merambat di dada, setiap kali melihat senyum di wajah imutnya. Senyum yang mengingatkanku pada seorang lelaki yang sudah menghancurkan segalanya. Ya, segalanya. “Mama, kakak nakal!” teriak Dafa sambil berlari ke arahku. Dia mencari perlindungan di balik kursi yang aku duduki. Niatnya bersembunyi dari kejaran kakaknya, Gaza. “Ma, lihat adik enggak?” tanya Gaza pura-pura tidak melihat adiknya yang bersembunyi di belakang kursi. “Di mana, ya, tadi?” Aku ikut-ikutan sembari pura-pura berpikir. Gaza, tersenyum melihat adiknya terlihat puas berhasil sembunyi dari kejarannya. “Coba Kakak cari di sebelah sana,” usulku sambil menunjuk sudut taman kecil yang agak rimbun. “Ok, Ma!” Begitulah setiap sore di akhir minggu, kami selalu bertiga menghabiskan waktu. Terkadang kami pergi ke luar kota atau sekadar berjalan-jalan mengunjungi tempat-tempat wisata di kota kecil ini. Sejak pe...

Izinkan aku mencintaimu dengan caraku ...

Gambar
Izinkan aku mencintaimu dengan caraku ... By: Weedee  #Prolog   “Kenapa?” tanyamu dengan mata menatap tak mengerti.   “Ada apa?” tanyamu lagi berusaha mengendalikan emosi yang aku tahu sudah ada di batas kesabaranmu.   “Mengapa baru sekarang?” cecarmu padaku.   Aku berusaha menghindari tatapanmu. Tatapan yang selalu membuatku istimewa. Mata yang selalu meyakinkan aku, bahwa aku ‘perempuan istimewa’.   “Jujur, ada apa? Ada yang salah dengan kita?” tanyamu masih penasaran.   Giliran aku yang menatapnya tak mengerti. Dahiku berkerut, mataku menyipit mendengar pertanyaan terakhirnya.   ‘Sadar enggak sih, kamu?’ batinku tanpa berani bersuara.   Mungkin ini memang salahku. Tuhan sedang menghukumku atas semua kebodohanku!   Ya, kebodohan terindah yang pernah aku rasakan.   Enam bulan yang lalu, aku mendapat promosi dari atasanku. Sebelum menduduki jabatan yang dijanjikan untukku, aku harus melakukan perjalanan untuk sebuah riset sangat pen...

Lupa

Gambar
Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/cocoparisienne-127419/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=2353703">cocoparisienne</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=2353703">Pixabay</a> Lupa  by: Weedee Mataku terbuka perlahan, gelap sekali. Tidak ada sedikitpun cahaya. Napasku terasa sesak, pengap, dan seperti ada yang mencekikku. ‘Aku dimana?’ gumamku pada diri sendiri. ‘Bau apa ini?” tanyaku lagi entah pada siapa. Aku mencoba menggerakkan tubuhku yang terasa kaku. Kucoba berkali-kali, tetapi tetap saja aku merasa terikat. Siapa yang mengikatku? Mengapa aku diikat seperti ini? Apa salahku? Bertubi-tubi pertanyaan muncul di benakku. Apa yang terjadi padaku? Aku mulai menangis, sedih, takut, geram, dan marah menjadi satu yang pada akhir...

Tertipu

Gambar
TERTIPU Paijo senyum-senyum sendiri di atas tempat tidurnya. Sambil matanya tidak lepas dari gawai. Sesekali dia terlihat mengetik sesuatu. Senyumnya tambah lebar kelihatan sekali dia sedang bahagia. "La ... Ngapa lu ketawa-ketawa sendiri dari tadi? Lupa minum obat, lu?" tanya Reza teman sekamarnya. "Apaan sih, ah," kata Paijo singkat dan padat. Belum lagi Reza bicara, tiba-tiba .... "Akhirnyaaaaa ... Gue diterima. Alhamdulillah ... Gue diterima, Za. Gue nggak jomblo lagi!" Paijo tampak sangat bahagia dengan antusias.  Tidak lupa dia koprol tujuh kali, push up, skot jump, dan juga lari keliling kos-kosan tujuh kali. Saking senangnya si Paijo sampai dia lupa kalau dia belum memakai celana kolornya. Alhasil hebohlah kos-kosan tempat Paijo dan kawan-kawannya bernaung. Apalagi hari masih pagi, jam segini biasanya ibu-ibu komplek lagi pada ngumpul menunggu abang tukang sayur datang. Begitu para ibu melihat Paijo berlari keluar...

CINTA YANG TERLUKA

Gambar
Cinta yang Terluka By: Weedee                   Rani menatap dingin pada tubuh yang telah terbujur kaku di depannya. Pisau di tangannya masih dia genggam dengan erat. Selesai sudah, lelah ini akhirnya berakhir ... Dipo Surya, cowok idola di kampus Universitas Panca Guna memang selalu bisa menawan hati siapa saja. Terutama kaum hawa dari berbagai kalangan usia. Entah anak SMU, mahasiswi sampai tante-tante kesepian berkantong tebal. Namun, hari ini seorang gadis yang putus asa telah mengakhiri petualangan cowok berpostur tinggi dengan kulit bersih dan senyum yang berhiaskan lesung pipi itu. Rani masih tak percaya dengan penglihatannya, cowok yang sangat dikenalnya itu ada di kamar tidur Mamanya. Terbaring tanpa busana, di atas ranjang besar dan mewah berhiaskan ukiran asli Jepara berwarna keemasan. Sementara dari kamar mandi terdengar suara Nyonya Bekti-Mamanya Rani-sedang bersand...

KASIH TERLARANG

Gambar
<a href="https://pixabay.com/id/photos/pernikahan-pengantin-gaun-wanita-2693605/">Image</a> by <a href="https://pixabay.com/id/users/Greenstock-5970024/">Greenstock</a> on Pixabay caption KASIH TERLARANG Senja, selalu mengingatkan aku padamu. Hangatnya sinar mentari, serasa bagai pelukan seorang yang aku rindukan. Warnamu yang mempesona, seindah raganya yang telah mengikat jiwaku. Senja masih menunggumu di sini. Menunggu terbitnya fajar esok hari... *** Senja masih berdiri mematung. Bergeming dari tempatnya berdiri. Seperti hari-hari sebelumnya, menatap laut yang disinari mentari kala senja memang tak pernah membosankan. Selalu ada saja bias warna baru tercipta. Gelap mulai merambat. Menguasai seluruh alam. Karena sang malam telah bersiap menjalankan tugasnya. Menemani seluruh alam dalam istirahatnya. Senja belum beranjak dari tempatnya. Seperti biasa, tugas Bayu untuk mengingatkan pada Senja agar segera pulan...